Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-06 07:46:07【Resep Pembaca】706 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(78317)
Sebelumnya: KKP ungkap upaya atasi Cs
Selanjutnya: Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup
Artikel Terkait
- Korban kebakaran di Matraman masih mengungsi di tenda darurat
- BGN tegaskan menu MBG ngak boleh gunakan bahan pabrikan
- Uji nyali makan menu seram sambil jelajah labirin berhantu
- Masyarakat lepas liar 20 ribu tukik di Paloh Kalbar
- KemenPPPA tekankan pentingnya sosialisasikan manfaat MBG ke masyarakat
- Tujuh aktivitas seru untuk ramaikan Halloween 2025
- Sepak bola harus jadi kesenangan saat usia 9–14 tahun
- Tradisi unik negara
- Korban kebakaran di Matraman masih mengungsi di tenda darurat
- Kereta Api di Daop 7 ikut terdampak akibat banjir di Semarang
Resep Populer
Rekomendasi

CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka

Nikita keberatan terhadap vonis empat tahun & denda Rp1 miliar

Pentingnya kesiapsiagaan orang tua saat kondisi darurat anak

BBPOM Makassar gagalkan peredaran ribuan kosmetik TIE di Sidrap

11 SPPG 3T di Karimun dalam proses pembangunan

36 SPPG MBG di daerah 3T Lampung segera dibangun

NasDem gelar program kesehatan masyarakat demi cipngakan SDM sehat

Bupati Banyuwangi ingatkan SPPG utamakan kualitas makanan program MBG